Scaling & Individualization: Menjaga Stimulus untuk Semua Level
Dalam satu kelas CrossFit, pemula dan atlet berpengalaman bisa mengikuti workout yang sama. Namun, keduanya belum tentu menggunakan...
Running Series: Latihan Kekuatan untuk Pelari
Banyak pelari menghabiskan sebagian besar waktu latihannya di jalan atau treadmill. Ketika ingin meningkatkan performa, pilihan yang paling...
Running Series: Managing Training Load
Dua pelari dapat menyelesaikan jarak 30 kilometer dalam satu minggu, tetapi belum tentu menerima beban latihan yang sama....
Running Series: Understanding the Demands of Running
Bagi banyak orang, running terlihat sederhana. Tinggal memakai sepatu, keluar rumah, lalu berlari beberapa kilometer. Namun, semakin jauh...
Low Back Pain: Ketika Biomekanika Saja Tidak Cukup
Low back pain merupakan salah satu keluhan yang sangat sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari maupun praktik olahraga. Ketika...
MEV, MAV, DAN MRV: Memahami Volume Dalam Programming Strength Training
Ketika seseorang ingin mendapatkan hasil lebih baik dari resistance training, salah satu saran yang paling sering muncul adalah...
Client Retention dalam Coaching: Mengapa Pengalaman dan Progres Penting?
Bagi banyak pelatih, mendapatkan client baru terasa seperti pencapaian utama. Ada konten yang berhasil menarik perhatian, calon client...
Reactive Training Systems: Ketika Respons Atlet Menjadi Bagian Dari Programming
Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas RPE dan RIR sebagai cara untuk menilai seberapa berat sebuah set dirasakan....
RPE dan RIR: Bagaimana Menilai Effort dalam Latihan?
Pada artikel sebelumnya, kita membahas bahwa autoregulasi memungkinkan program latihan menyesuaikan diri dengan kondisi atlet yang sebenarnya. Namun,...
Autoregulasi: Ketika Program Latihan Tidak Harus Selalu Kaku
Bayangkan seorang atlet datang ke tempat latihan dengan program yang sudah ditentukan. Hari ini tertulis back squat 4...
Pelatih Kebugaran sebagai Professional dan Business Unit
Banyak pelatih kebugaran mengukur perkembangan kariernya dari satu angka yang mudah dilihat: jumlah sesi yang berhasil dilakukan. Semakin...
Plyometric Series: Siapa Yang Cocok Melakukan Plyometrics?
Setelah membahas apa itu plyometric, bagaimana mekanismenya, berbagai jenis latihan, hingga bagaimana cara memprogramnya, muncul satu pertanyaan yang...
Plyometric Series: Bagaimana Memprogram Plyometric?
Setelah memahami berbagai jenis plyometric, pertanyaan yang lebih penting bagi pelatih bukan lagi “latihan apa yang bisa digunakan?”,...
Plyometric Series: Bagaimana Plyometric Bekerja?
Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bahwa plyometric bukan sekadar latihan melompat. Karakteristik utamanya berkaitan dengan pemanfaatan stretch-shortening...
Plyometric Series: Jenis-Jenis Plyometric dan Cara Memilihnya
Setelah memahami bagaimana plyometric bekerja melalui stretch-shortening cycle, rate of force development, reactive strength, dan ground contact time,...
Plyometric Series: Apa itu Plyometric?
Ketika mendengar istilah plyometric, banyak orang mungkin langsung membayangkan latihan melompat. Box jump, jump squat, bounding, atau depth...
Biomekanika: Memahami Planes dan Axes dalam Gerakan Tubuh
Ketika melihat seseorang melakukan squat, lateral raise, atau memutar tubuh, kita biasanya hanya melihat arah gerakannya. Dalam biomekanika,...
Biomekanika: Core Concepts yang Perlu Dipahami Sebelum Menganalisis Gerakan
Pernah melihat seseorang melakukan squat, melompat, berlari, atau mengangkat beban lalu langsung bertanya, “Tekniknya sudah benar belum?” Pertanyaan...
Training of Trainers: Menjembatani Teori dan Praktik dalam Pengembangan Pelatih Kebugaran
Menjadi seorang fitness trainer tidak berhenti pada kemampuan menunjukkan cara melakukan squat, bench press, atau latihan lainnya. Seorang...
Sports Science vs Exercise Science: Apa Bedanya dan Mengapa Istilah Ini Berbeda di Kampus?
Jika Anda pernah mencari program kuliah di bidang olahraga, mungkin Anda menemukan berbagai nama seperti Sport Science, Sports...