Apakah Penggunaan Smartphone sebelum tidur berdampak pada performa fisik atlet?

Cedera dan PencegahanPemulihan

Sebuah penelitian terbaru dari Dridi et al yang diterbitkan di Biology of Sport edisi tahun 2026 membahas dampak penggunaan smartphone atau gawai sebelum tidur pada performa fisik pemain sepak bola.

Penelitian pada 16 Pemain sepak bola elit secara random (randomized controlled crossover trial) dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu: kelompok yang menggunakan gawai 2 jam sebelum tidur dan Membaca majalah (sebagai control) 2 jam sebelum tidur. Treatment dilakukan selama 5 malam (dengan 1 minggu washout), kemudian pemain diukur kualitas tidur, performa fisik dan performa kognitifnya.

Desain Penelitian: Smartphone vs Tanpa Gawai

Penelitian yang dilakukan oleh Dridi et al. (2026) dan dipublikasikan dalam Biology of Sport menggunakan desain randomized controlled crossover trial, yang dikenal kuat dalam mengontrol bias penelitian.

Sebanyak 16 pemain sepak bola elit dilibatkan dan dibagi ke dalam dua kondisi:

  • Kelompok smartphone: menggunakan gawai selama 2 jam sebelum tidur
  • Kelompok kontrol: membaca majalah selama 2 jam sebelum tidur

Setiap kondisi dilakukan selama 5 malam, dipisahkan oleh 1 minggu washout period. Setelah setiap fase, peneliti mengukur kualitas tidur, performa kognitif, dan performa fisik atlet.

Dampak Penggunaan Smartphone terhadap Kualitas Tidur

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat jelas antara kedua kondisi. Atlet yang menggunakan smartphone sebelum tidur mengalami gangguan tidur yang signifikan, antara lain:

  • Total durasi tidur berkurang rata-rata 2 jam pada hari ke-5
  • Waktu untuk tertidur lebih lama (sleep onset latency meningkat ±20 menit)
  • Efisiensi tidur 12% lebih rendah
  • Tingkat kantuk pada siang hari lebih tinggi

Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tidur tidak bersifat sesaat, tetapi bersifat kumulatif, bahkan hanya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Dampak pada Performa Kognitif

Gangguan tidur yang dialami atlet berdampak langsung pada fungsi kognitif keesokan harinya. Atlet dalam kondisi penggunaan smartphone menunjukkan:

  • Waktu reaksi lebih lambat, baik pada Simple Reaction Time (SRT) maupun Choice Reaction Time (CRT)
  • Penurunan atensi dan daya ingat
  • Performa kognitif siang hari menjadi yang paling buruk dibandingkan kondisi kontrol

Dalam konteks olahraga kompetitif, penurunan fungsi kognitif ini sangat krusial karena berpengaruh pada pengambilan keputusan, antisipasi, dan respons terhadap situasi permainan.

Dampak pada Performa Fisik

Tidak hanya aspek mental, performa fisik atlet juga ikut terpengaruh. Hasil pengukuran menunjukkan:

  • Penurunan tinggi lompatan pada Squat Jump dan Countermovement Jump (CMJ)
  • Reactive agility time menjadi lebih lambat
  • Performa fisik pada tes siang hari lebih buruk dibandingkan kelompok kontrol

Artinya, kualitas tidur yang buruk akibat penggunaan smartphone tidak hanya membuat atlet “merasa lelah”, tetapi secara nyata menurunkan kapasitas neuromuskular dan reaksi tubuh.

Peran Blue Light: Mekanisme yang Mendasari

Salah satu mekanisme utama yang diduga menjadi penyebab gangguan ini adalah paparan blue light dari layar gawai. Blue light dapat:

  • Mengganggu ritme sirkadian melalui aktivasi sistem saraf simpatik
  • Menghambat sekresi melatonin, hormon utama pengatur tidur
  • Menunda rasa kantuk dan menurunkan kualitas tidur

Gangguan ritme sirkadian ini berdampak berantai, mulai dari kualitas tidur yang buruk hingga penurunan fungsi kognitif dan performa fisik keesokan harinya.

Poin Penting untuk Atlet dan Pelatih

  • Hanya 5 malam penggunaan smartphone sebelum tidur sudah cukup untuk menurunkan kualitas tidur serta performa fisik dan kognitif atlet elit.
  • Menghindari screen time setidaknya 2 jam sebelum tidur sangat disarankan.
  • Aktivitas pemulihan bebas gawai seperti membaca, relaksasi, atau teknik pernapasan dapat menjadi alternatif yang lebih efektif.

Penutup

Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan smartphone sebelum tidur bukan kebiasaan sepele, terutama bagi atlet. Kualitas tidur adalah fondasi pemulihan, dan gangguan kecil yang terjadi secara berulang dapat berdampak besar pada performa. Dalam konteks kepelatihan modern yang berbasis sains, manajemen screen time harus diperlakukan sebagai bagian dari strategi pemulihan atlet, bukan sekadar urusan gaya hidup.

Referensi

  • Dridi, A., et al. (2026). Evening smartphone exposure impairs sleep quality and next-day performance in elite soccer players: A randomized controlled trial. Biology of Sport, 43(1).