Padel merupakan olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash, dimainkan secara ganda di lapangan berdinding dengan tempo reli yang relatif cepat. Popularitasnya meningkat pesat secara global melalui organisasi seperti International Padel Federation, serta kompetisi profesional seperti Premier Padel dan World Padel Tour. Karakter permainan padel ditandai oleh rally yang panjang, perubahan arah cepat, reaksi terhadap pantulan dinding, serta koordinasi pasangan yang intens. Hal ini menjadikan padel sebagai olahraga intermiten berintensitas sedang–tinggi dengan dominasi kerja anaerob alaktat yang berulang, diselingi fase pemulihan singkat.
Secara fisiologis dan fisik, pemain padel membutuhkan kombinasi kapasitas aerobik yang baik untuk menopang durasi pertandingan, power dan kecepatan reaksi untuk situasi eksplosif di net maupun saat bertahan, serta kelincahan multi-arah akibat ruang gerak yang sempit dan dinamis. Kekuatan otot tungkai berperan dalam akselerasi dan perubahan arah, sementara kekuatan serta daya tahan otot bahu–lengan penting untuk repetisi pukulan overhead, smash, dan volley. Dengan demikian, profil pemain padel bukan hanya soal “kardio” atau teknik raket, tetapi integrasi biomotor endurance, speed, agility, power, dan muscular endurance dalam konteks permainan taktis berpasangan.
Parameter Fisiologis
Denyut Jantung
Denyut jantung pemain bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan tingkat permainan; pemain amatir laki-laki menunjukkan rata-rata denyut jantung maksimal yang lebih rendah dibandingkan dengan pemain semi-profesional dan professional.
- HRmax pemain amatir : 154,75 denyut per menit
- HRmax pemain semi-profesional:169,72 denyut per menit
- HRmax pemain professional: 188,6 denyut per menit
Pemain perempuan mempertahankan detak jantung maksimal yang konsisten di semua tingkatan yaitu 178 denyut per menit.
Kadar laktat
Kadar laktat selama pertandingan menunjukkan upaya dalam zona transisi aerobik, mencapai puncaknya pada 2,40 milimol per liter pada perempuan dan 3,38 milimol per liter pada laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga padel adalah olahraga yang upayanya berada dalam kisaran transisi aerobik, mencapai nilai yang mendekati zona aerobik-anaerobik campuran, di mana sistem fosfogen (ATP-PCr) dengan glikolisis anaerobik beperan kecil pada cabang olahraga ini dengan dominan sistem aerobik.
Konsumsi Oksigen Maksiaml (VO2max)
Pemain yang diuji di laboratorium menunjukkan nilai VO2max pemain amatir laki-laki rata-rata sebesar 51,15 mm/kg/menit, sedangkan pada pemain profesional sebesar 55,43 ml/kg/menit. Intensitas saat pertandingan pemain bisa mencapai 76,3% VO2max hingga 95,1%VO2max.
Parameter Fisik
Vertical force
Vertical force atau gaya adalah kemampuan yang sering menjadi parameter power tungkai bawah. Menurut studi bahwa pemain pria menunjukkan tinggi lompatan dan force lompatan yang lebih unggul dibandingkan perempuan. Ketika parameter ini dievaluasi sebelum dan sesudah pertandingan ditemukan bahwa tinggi lompatan pada kedua jenis kelamin tidak terpengaruh, bahkan pada kelompok usia lebih muda menunjukkan nilai lompatan Counter movement Jump (CMJ) yang lebih tinggi setelah Pertandingan. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya sesi istirahat yang mencegah kelelahan pada tingkat neuromuskular anggota tubuh bagian bawah selama pertandingan. Kekuatan eksplosif juga dipengaruhi oleh usia, Performa lompatan meningkat seiring bertambahnya usia pemain.
Pada pemain profesional urutan 30-50 WPT (15 laki-laki dan 15 wanita) (World Padel Tour) menunjukkan nilai rata-rata lompatan:
Perempuan
Countermovement jump (CMJ) : 24.33 cm),
Squat Jump (SJ): 21.55 cm
Laki-laki
Countermovement Jump (CMJ) : 32.67 cm
Squat jump (SJ): 26.67 cm
Horizaontal force dan perubahan arah
Gaya horizontal dievaluasi melalui lari cepat atau sprint, pemain perempuan yang lebih muda menunjukkan akselerasi dan nilai yang lebih unggul dalam jarak kurang dari 10 m sedangkan pemain laki-laki menunjukkan nilai yang lebih besar dalam jarak 20 m.
Hasil kompetisi menunjukkan bahwa pemain laki-laki level nasional memiliki kecepatan lari rata-rata 2,09 ± 0,03 km/jam, melakukan 50,33% aksi pada kecepatan antara 0–2 km/jam dan 46,84%nya pada kecepatan antara 2,1–7 km/jam, dan mencapai kecepatan maksimum 15,21 km/jam.
Penelitian lain juga melaporkan nilai serupa, menambahkan bahwa setengah dari aksi dilakukan pada kecepatan antara 3–6 km/jam, diikuti oleh aksi 0–3 km/jam, dengan setengah dari gerakan bersifat lateral (lari kea rah samping). Mengenai akselerasi dan deselerasi, 80% dari keduanya terjadi antara jarak 1–2m, dengan para pemain yang juara melakukan lebih banyak akselerasi daripada para pemain yang kalah (415,20 vs. 382,35). Menurut studi, kecepatan linier dan perubahan arah berkorelasi positif satu sama lain, terutama pada pemain profesional. Artinya pemain yang memiliki kecepatan sprint pendek yang baik, maka kemampuan merubah arahnya juga lebih cepat.
Kekuatan maksimum
Kekuatan maksimum adalah faktor kunci dalam padel. Penelitian menunjukkan nilai dynamometer dan kekuatan maksimum yang lebih tinggi pada pemai laki-laki muda. Pertandingan memiliki dampak minimal pada nilai handgrip dynamometer dominan, yaitu sedikit menurun pada pemain muda perempuan dan sedikit meningkat pada pemain laki-laki dewasa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pegangan raket dengan tangan dominan tidak menyebabkan tingkat kelelahan yang tinggi. Di sisi lain, penggunaan raket dengan lengan dominan menghasilkan asimetri (perbedaan kekuatan) anggota tubuh bagian atas mengenai kekuatan genggaman antara kedua lengan. Sebaliknya, olahraga ini tidak menyebabkan asimetri pada anggota tubuh bagian bawah.
Nilai handgrip dynamometer pada pemain profesional WPT
Perempuan: tangan dominan: 33.72 kg dan tangan non-dominan: 27.41 kg
Laki-laki: tangan dominan: 51.14 kg dan tangan non-dominan: 46.19 kg.
Jarak tempuh
Jarak yang ditempuh pada pemain padel saat friendly match rata-rata 1.813,7 ± 745,7 m atau kompetisi tingkat lokal mencapai 2.052 ± 327 m. Pada pemain profesional rata-rata jarak yang ditempuh pemain adalah 3.430m per pertandingan dengan jarak 2.401m per jam, dengan kecepatan maksimal 15.21 km/jam. Jarak median saat aksi eksplosif sejauh 399 m dan 253 m per pertandingan. Pemain yang juara menempuh jarak lebih jauh dibandingn pemain yang kalah dengan jumlah akselerasi lebih tinggi. Mayoritas akselerasi (80%) terjadi antara 1–2 m.
Pemain pada pertandingan kompetitif memiliki jarak tempuh rata-rata sekitar 3000 m, sementara pertandingan lokal dan persahabatan membutuhkan perjalanan yang lebih sedikit, dengan pemenang menempuh jarak yang lebih jauh daripada yang kalah. Pemain di tingkat yang lebih tinggi menempuh jarak lebih sedikit daripada pemain di tingkat yang lebih rendah, serta mereka yang memainkan lebih sedikit poin. Sekitar 50,8% dari semua jarak yang ditempuh terjadi ketika bola sedang dimainkan. Dalam hal jarak yang ditempuh per poin, pemain kompetitif menempuh jarak rata-rata 11 m, dengan pemain tingkat lanjut menempuh jarak lebih jauh dan pemain tingkat rendah menempuh jarak antara 0–8 m dalam 60% poin. Terakhir, pemain yang melakukan servis menempuh jarak terjauh per poin (13,61 m) diikuti oleh penerima (12,35 m).
Parameter Antropometri
Tinggi Badan
Penelitian menunjukkan bahwa pemain laki-laki memiliki tinggi badan yang lebih tinggi daripada pemain perempuan. Selain itu, tinggi badan memengaruhi posisi di lapangan, dengan pemain sisi kanan lebih tinggi daripada pemain sisi kiri, dan pemain kidal lebih tinggi daripada pemain kanan yang bermain di sisi kanan lapangan, terlepas dari jenis kelamin.
Penelitian juga menemukan erdapat hubungan langsung antara tinggi badan dan peringkat di antara pemain perempuan, khususnya pada pemain padel sisi kanan, di mana pemain yang lebih tinggi memiliki peringkat yang lebih tinggi.
Persentase lemak dan otot
Pemain padel memiliki persentase otot lebih dominan daripada lemak, terutama pada tubuh bagian tengah.
Nilai persentase lemak lebih rendah terlihat pada pemain elit dibandingkan dengan pemain yang berkompetisi di tingkat nasional,
Somatotipe
Profil somatotipe pemain pria di tingkat regional ditandai oleh profil endomorfik dan mesomorfik atau gempal berotot. Pada kategori U23, profil mesomorfik (berotot) mendominasi. Pemain tingkat profesional, profil mesomorfik-endomrofik (berotot dan gempal) lebih dominan. Pada pemain padel perempuan pemain U23 serta di kalangan pemain semi-profesional dan professional lebih dominan endomorfik-mesomorfik (gempal dan berotot).
Penutup
Secara fisik, pemain pria menunjukkan tinggi lompatan, kekuatan, dan kecepatan maksimal yang lebih unggul, dengan gerakan lateral yang signifikan. Jarak rata-rata yang ditempuh per pertandingan adalah 3000 meter, dengan pemain tingkat lebih tinggi menempuh jarak yang lebih pendek. Secara antropometri, pemain pria lebih tinggi dengan profil mesomorfik-endomorfik, sedangkan pemain wanita memiliki somatotip endomorfik-mesomorfik. Karakteristik ini dapat menjadi pertimbangan dalam program latihan pemain padel yang sesuai.
Referensi
Martín-Miguel, I. et al. (2024). Physiological, physical and anthropometric parameters in padel: A systematic review International Journal of Sports Science & Coaching, in press. https://doi.org/10.1177/17479541241287439.
