Fitness Changemakers Gathering: Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan Industri Kebugaran Indonesia

Bisnis dan Pengembangan Karir

Fitness Changemakers Gathering: Connect, Collaborate & Grow sukses diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Sindang Reret, Bandung. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Fitpreneurs Forum (IFF) 2026 Chapter Bandung ini diinisiasi oleh Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) sebagai wadah bagi para pelaku industri kebugaran untuk saling terhubung, berbagi wawasan, dan membangun kolaborasi.

Mengusung konsep lunch meeting, acara ini menghadirkan suasana diskusi yang hangat dan interaktif. Gym owner, pelatih kebugaran, akademisi, pelaku bisnis, hingga perwakilan pemerintah berkumpul dalam satu forum untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan, peluang, dan masa depan industri kebugaran di Indonesia.

Acara dibuka oleh Coach Jansen Ongko, Founder APKI, yang dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan industri kebugaran memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, organisasi profesi, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan para praktisi memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem industri yang lebih profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Sejalan dengan tema “Connect, Collaborate & Grow,” forum ini menghadirkan empat narasumber dari latar belakang yang berbeda. Masing-masing membahas industri kebugaran dari perspektif sistem bisnis, pengalaman mengelola gym, peran akademisi dalam menyiapkan sumber daya manusia, hingga pengalaman praktis sebagai pelatih kebugaran. Beragam perspektif tersebut memberikan gambaran bahwa pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada kualitas latihan, tetapi juga pada kualitas kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan.

Membangun Bisnis Gym yang Bertumbuh Melalui Sistem

Diskusi diawali dengan pemaparan singkat dari Abigael Jeslin selaku Business Development & Strategy APKI mengenai pentingnya membangun bisnis gym yang tidak bergantung pada individu, melainkan pada sistem yang jelas dan terstruktur.

Dalam dunia bisnis kebugaran, kualitas pelayanan yang konsisten hanya dapat dicapai apabila organisasi memiliki framework operasional yang baik. Sistem tersebut mencakup pengelolaan sumber daya manusia, standardisasi layanan, alur operasional, hingga strategi pengembangan bisnis yang mampu menjaga kualitas dalam jangka panjang.

Topik ini kemudian menjadi pembuka diskusi bersama para narasumber mengenai bagaimana sistem yang baik dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing organisasi.

Poin utama yang dibahas:

  • Pentingnya sistem dalam menjalankan bisnis gym.
  • Framework sebagai fondasi pertumbuhan organisasi.
  • Standardisasi untuk menjaga kualitas layanan.
  • Pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Pengalaman Mengelola Gym dan Membangun Member Experience

Menanggapi pembahasan tersebut, Kent Reyner, Co-Founder & CEO Tweak Bandung, membagikan pengalamannya mengelola fasilitas kebugaran serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan kualitas layanan.

Menurut Kent, anggota tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga mencari pengalaman yang membuat mereka merasa nyaman, dihargai, dan menjadi bagian dari sebuah komunitas. Oleh karena itu, keberhasilan sebuah gym tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuan menciptakan pengalaman yang konsisten bagi setiap member.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitas bisnis yang dimiliki.

Poin utama yang dibahas:

  • Membangun pengalaman yang positif bagi member.
  • Pentingnya komunitas dalam meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • Adaptasi terhadap perkembangan industri.
  • Konsistensi pelayanan sebagai keunggulan kompetitif.

Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan SDM Industri

Diskusi kemudian mengarah pada bagaimana industri memperoleh sumber daya manusia yang kompeten. Topik ini dibahas oleh Dzikry Al Ghazaly, Akademisi Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Dzikry menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menjawab kebutuhan industri. Kolaborasi antara kampus dan dunia usaha menjadi langkah strategis agar proses pendidikan dapat berjalan selaras dengan perkembangan industri kebugaran.

Selain menghasilkan tenaga profesional, perguruan tinggi juga memiliki kontribusi melalui penelitian dan inovasi yang dapat mendukung perkembangan industri secara berkelanjutan.

Poin utama yang dibahas:

  • Kampus sebagai penyedia sumber daya manusia.
  • Pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri.
  • Pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Pengalaman Coach dalam Membangun Karier Profesional

Sebagai penutup diskusi, Sony Gatra Sofyan, Initiator #TheMouldTraining, membagikan pengalamannya sebagai pelatih kebugaran yang telah bertahun-tahun berkecimpung di industri.

Ia menekankan bahwa kompetensi teknis hanyalah salah satu bagian dari profesi seorang coach. Keberhasilan seorang pelatih juga ditentukan oleh kemampuan membangun hubungan dengan klien, memahami kebutuhan mereka, serta terus mengembangkan diri mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan industri kebugaran.

Pengalaman yang dibagikan memberikan gambaran mengenai bagaimana seorang coach dapat terus bertumbuh sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pelayanan yang profesional.

Poin utama yang dibahas:

  • Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
  • Pentingnya komunikasi antara coach dan klien.
  • Profesionalisme sebagai fondasi pelayanan.
  • Pengalaman praktis membangun karier di industri fitness.

Mengapa Forum Kolaborasi Seperti Ini Penting?

Salah satu pesan utama yang muncul sepanjang diskusi adalah bahwa perkembangan industri kebugaran tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja.

Organisasi profesi memiliki peran dalam membangun standar dan jejaring. Pelaku usaha menghadirkan inovasi dan layanan kepada masyarakat. Perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Sementara para coach menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketika seluruh elemen tersebut saling terhubung, industri kebugaran memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Takeaways

  • Sistem yang baik menjadi fondasi utama dalam mengembangkan bisnis gym.
  • Member experience memiliki peran penting dalam membangun loyalitas pelanggan.
  • Perguruan tinggi berkontribusi dalam menyediakan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri.
  • Kompetensi dan profesionalisme coach perlu terus dikembangkan seiring perubahan industri.
  • Kolaborasi antara organisasi profesi, akademisi, pelaku usaha, dan praktisi menjadi kunci pertumbuhan industri kebugaran Indonesia.

Penutup

Fitness Changemakers Gathering: Connect, Collaborate & Grow menunjukkan bahwa kemajuan industri kebugaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas fasilitas maupun program latihan, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Melalui forum yang menghadirkan diskusi terbuka seperti ini, berbagai pengalaman dan gagasan dapat saling dipertukarkan sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Harapannya, kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) ini dapat terus menjadi ruang bertemunya para changemakers yang bersama-sama mendorong industri kebugaran Indonesia menuju arah yang lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Indonesia Fitness Expo (IFE) 2026, sebagai upaya membangun koneksi dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan menjelang penyelenggaraan Indonesia Fitness Expo 2026. Melalui berbagai forum yang diselenggarakan secara bertahap, diharapkan akan lahir lebih banyak kemitraan, inovasi, dan inisiatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekosistem industri kebugaran Indonesia di masa mendatang.

Ketahui Lebih Lanjut TentangĀ Indonesia Fitness Expo 2026