BASIC Strength & Conditioning (S&C) Level 1 Course merupakan program pelatihan dasar yang diselenggarakan oleh APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia) dan dilaksanakan secara offline di KIDA, Jakarta. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari penuh pada hari Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 09.00 hingga selesai.
Sebagai pelatihan Level 1, course ini dirancang untuk membangun fondasi awal dalam bidang strength & conditioning. Fokus utama pelatihan tidak hanya pada pengenalan metode latihan, tetapi pada pemahaman quality of movement sebagai dasar utama sebelum peningkatan beban, intensitas, maupun kompleksitas latihan dilakukan. Selain itu, pemahaman akan tugas dan latar belakang pelatih strength & conditioning pun diberikan dalam course ini, fungsinya, agar peserta dapat membedakan tugas, peran serta ranah pelatih strength & conditioning yang akan banyak bersinggungan dengan profesi lain.
Gambaran Umum Kegiatan
Pelatihan berlangsung dengan pendekatan teori dan praktik terintegrasi. Setiap konsep yang disampaikan di kelas langsung diikuti dengan sesi praktik di area gym, sehingga peserta dapat memahami penerapan prinsip strength & conditioning secara kontekstual.
Pendekatan yang digunakan APKI menempatkan kualitas gerak sebagai benang merah seluruh materi. Latihan tidak dipandang semata sebagai alat untuk meningkatkan performa, tetapi sebagai proses pembelajaran gerak yang menuntut efisiensi, kontrol, dan kesadaran tubuh. Dalam konteks ini, setiap bentuk latihan selalu dibahas bersama opsi progresi dan regresi, agar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan individu.
Hari Pertama: Fondasi Dasar Strength & Conditioning
Hari pertama difokuskan pada pembentukan landasan konseptual strength & conditioning Level 1. Materi mencakup prinsip dasar strength & conditioning, struktur dan fungsi sistem muskular, serta peran kontrol motorik dalam mendukung performa fisik.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan:
- Integrasi gerak tubuh pada latihan dasar
- Latihan kekuatan dasar dengan penekanan pada teknik yang aman dan efisien
- Konsep latihan daya tahan yang dikaitkan dengan sistem energi
Setiap komponen latihan dibahas melalui perspektif quality of movement, termasuk bagaimana melakukan regresi gerakan untuk pemula dan progresi gerakan untuk meningkatkan tantangan latihan tanpa mengorbankan teknik. Pendekatan ini menekankan bahwa fondasi gerak yang baik merupakan prasyarat utama sebelum peningkatan intensitas dilakukan.
Hari Kedua: Aplikasi Dasar dan Pengembangan Performa

Hari kedua berfokus pada penerapan prinsip dasar strength & conditioning dalam konteks performa. Materi meliputi:
- Pola langkah, teknik lari, dan sprint
- Latihan kecepatan, kelincahan, dan reaksi cepat (SAQ)
- Pengenalan latihan plyometric sebagai dasar pengembangan daya eksplosif
Dalam setiap sesi, instruktur menekankan bahwa peningkatan performa harus selalu diawali dengan kualitas gerak yang optimal. Progresi dan regresi kembali menjadi elemen penting, terutama pada latihan yang menuntut koordinasi, stabilitas, dan kontrol gaya.
Selain itu, dibahas pula manajemen pemulihan dan pencegahan cedera, serta pengantar penyusunan program latihan dan periodisasi tingkat dasar, sesuai karakteristik pelatihan Level 1.
Dinamika Proses Pelatihan
Proses pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, menggabungkan teori, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi yang diarahkan oleh instruktur berpengalaman dari APKI. Peserta diberi kesempatan untuk mengamati dan melakukan setiap gerakan secara langsung, sehingga dapat merasakan perbedaan antara gerakan yang benar, aman, dan efisien dengan gerakan yang kurang optimal.
Setiap sesi latihan menekankan quality of movement, yang meliputi kontrol postur, stabilitas sendi, keseimbangan tubuh, dan koordinasi motorik. Konsep progresi dan regresi gerakan diterapkan secara sistematis: peserta dapat menyesuaikan latihan sesuai kemampuan mereka, baik sebagai tantangan lebih lanjut maupun untuk memastikan keamanan bagi pemula. Misalnya, latihan kekuatan dasar atau plyometric dibagi ke dalam bentuk sederhana hingga lebih kompleks, sehingga peserta belajar membangun fondasi gerak secara bertahap.
Selain praktik individual, peserta juga melakukan praktik berkelompok dan pengamatan antar peserta, yang membantu meningkatkan kemampuan analisis gerak dan kemampuan memberikan umpan balik. Diskusi kasus nyata di lapangan, termasuk identifikasi kesalahan teknik dan strategi koreksi, membuat materi lebih relevan dan aplikatif.
Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan strength & conditioning Level 1 bukan hanya tentang berlatih lebih keras, tetapi juga belajar menguasai gerakan secara benar dan efisien. Interaksi yang aktif dengan instruktur dan peserta lain menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana peserta dapat mengasah kemampuan observasi, pemahaman konsep, serta adaptasi latihan sesuai kondisi individu.
Penutup
Secara keseluruhan, BASIC Strength & Conditioning Level 1 Course yang diselenggarakan oleh APKI di KIDA Jakarta merupakan pelatihan dasar yang terstruktur dan aplikatif. Penekanan pada quality of movement, serta pemahaman progresi dan regresi pada setiap komponen gerakan strength & conditioning, menjadi nilai utama dari pelatihan ini.
Kehadiran course ini dapat dipandang sebagai upaya untuk melengkapi ekosistem industri fitness dan strength & conditioning yang telah ada. Dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan lapangan, pelatihan ini menawarkan perspektif dan kerangka kerja baru yang relevan dengan tantangan praktis di dunia kepelatihan, sekaligus menjadi pijakan awal bagi pengembangan kompetensi pelatih di level berikutnya.
